Oleh : Selviana Indah Saputri, Novi Fujiana
Layout : Amaliyah Fitriani
Perkembangan teknologi sekarang ini sangat mempengaruhi aspek kehidupan, termasuk merambah ke bidang ekonomi. Pada zaman yang sudah serba online ini, Bank Indonesia (BI) menilai transaksi nontunai dan uang digital makin akrab dan digemari masyarakat. Salah satu faktor dari peralihan ini karena tuntutan kehidupan masa kini yang mengharuskan tindakan-tindakan yang efektif dan efisien dalam melakukan sesuatu.
Kami telah melakukan wawancara secara online dengan salah satu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-Syafi'iyah, Patriandari.
Ia mengatakan bahwa Indonesia sudah mengalami peningkatan dalam penggunaan uang digital.
“Iya (masyarakat sudah siap beralih menggunakan uang digital -red)."
Namun, ia menilai banyak kalangan yang belum siap dengan penggunaan uang digital.
"Tidak semuanya karena yang di daerah masih memakai cash melihat ketersediaan fasilitas untuk mendapatkan pembayaran digital.”
Ia menambahkan, perihal pedagang kaki lima yang masih bertransaksi dengan uang cash.
“Makin lama mereka sudah mengikuti zamannya bahkan mereka bekerjasama dengan platform e-commerce”
Menurutnya, sasaran utama dari uang digital ini, adalah untuk para pekerja dan pelajar karena tujuannya mempersingkat waktu yang kesehariaannya mobilitas tinggi.
“Para pekerja yang sehari-hari mobilitas nya tinggi, pelajar. Mempersingkat waktu, memudahkan dalam setiap transaksi dan keamanan karena tidak perlu membawa uang banyak untuk setiap transaksi” ungkapnya.
Sukarman, Driver Ojek Online : "Kami Belum Siap"
Hal ini juga diungkapkan oleh narasumber kami yaitu Sukarman, selaku driver ojek online.
"Untuk saat ini, kebanyakan pelanggan bayar pakai uang digital. Jadi lebih praktis dan aman." Ucapnya.
Selaku pekerja yang berada di antara lingkup tipe pembayaran dengan uang digital dan uang kertas. Beliau pun menanggapi bahwa Indonesia saat ini belum sepenuhnya siap memasuki era digital 4.0 dan 5.0.
"Sebenarnya kalau kesiapan Indonesia dalam memasuki era digital sih belum sepenuhnya ya. Masih 50-50, belum 100%. Karena kan masih banyak yang gaptek (gagap teknologi -red)." ujarnya.
Ia menambahkan, seharusnya jika ada komitmen serius untuk beradaptasi dengan kemajuan zaman, akses-akses saat ini jangan dipersulit.
"Nah karena itu, seharusnya penggunaan jasa dan cara akses dipermudah, supaya Indonesia bisa mengikuti perkembangan zaman." tambahnya.
Hal terpenting dari penggunaan uang digital adalah harus ada kesetaraan dan kejelasan nilai transaksi dengan nilai transaksi uang cash. Apabila ada perbedaan yang signifikan, maka hal ini dapat memicu rasa enggan di masyarakat untuk beralih ke digital.
Semoga dengan adanya uang digital ini, kemudahan transaksi dapat dirasakan oleh semua kalangan, terutama usaha-usaha kecil yang masih bertransaksi menggunakan uang cash. Selain itu, pemerintah harus lebih mengarahkan penggunaan serta memaksimalkan uang digital sudah diterapkan lebih dari 50% untuk memasuki era industri 4.0, di mana semua transaksi akan berbasis digital.
Komentar
Posting Komentar