Langsung ke konten utama

Tipe-Tipe Mahasiswa Ketika Aksi



Oleh: Faiz Akmal, Salsabila Rosada, Salwa Nadilla
Layout: Daffa B

Mahasiswa identik dengan aksi atau pergerakan. Karena khususnya di negeri kita, mahasiswa merupakan ujung tombak bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan protes hingga tuntas.

Tapi di lain sudut yang harus kita ketahui selain aksi itu sendiri ada peserta aksi tersebut.

Berikut adalah tipe-tipe mahasiswa ketika mengikuti aksi.

1. Orator


Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang siap sedia dengan orasi atau pidato-pidato yang membakar semangat dan slogan-slogan yang menaikkan/menurunkan termometer di lapangan yang dasarnya sudah panas. Mahasiswa tipe ini cukup diberi TOA/pengeras suara dan akan berfungsi dengan baik.

2. Asal Ikut


Mahasiswa tipe ini bisa dibilang adalah mahasiswa yang paling labil. Bagaimana tidak, ketika ditanya “Ada apa ini? Kok rame-rame”, jawaban mereka sangat polos dan luar biasa “Nggak tau, kita juga baru gabung kok” nah loh! Mahasiswa tipe ini biasanya cuma mau merasakan sensasi suasana saat demo berlangsung dan tidak jarang diantara mereka yang memanfaatkan situasi dengan foto-foto, update status dengan kata-kata yang sok patriotis dan sebagainya.

3. Pecinta Selfie


Kerumunan massa merupakan studionya para pecinta selfie. Tipe orang yang satu ini rasanya bisa kamu temui di mana saja, tidak terkecuali di lokasi demo.

4. Si Pemalu Yang Tidak Berani Terkena Matahari


Tipe mahasiswa yang bisa kamu temui di lokasi demo adalah mereka yang sepanjang hari duduk di bawah pohon atau berlindung di banner aksinya. Entah karena memang tidak suka panas atau takut ketahuan ikut demo.

5. Si Dia Yang Sulit Ditebak


Tipe orang yang satu ini biasanya mirip anak-anak tidak jelas apa maunya. Kamu bisa menemukan dia tiba-tiba di barisan aparat, kadang di belakang sang orator, kadang ikut teriak atau menjadi suara kedua sang orator.

6. Gadis Modis Yang Menarik Perhatian Semua


Kalau kamu memperhatikan, biasanya ada saja peserta demo yang super bening, mempesona dan menarik hati. Dilengkapi kacamata hitam yang membuatnya semakin misterius. Kalau punya kesempatan ajaklah kenalan, siapa tau bisa jadi pasangan selamanya.

7. Pasangan Yang Selalu Saling Menjaga


Tipe orang selanjutnya yang akan kamu temui di demo adalah pasangan kekasih yang saling berdampingan, kadang ceweknya di depan kadang pula di belakang, si cowok fokusnya melindungi si cewek. apalagi kalau sudah ada chaos. Padahal mereka dalam kerumunan yang sama. Banyak pasangan memilih demo sebagai tempat liburan bersama karena suasananya yang mendukung untuk berpegangan tangan.

Ada baiknya ketika mengikuti aksi kita terlebih dahulu mengetahui apa maksud dan tujuan dari aksi tersebut, jangan sampai salah kaprah yang berujung pada membahayakan nyawa. Apalagi karena hanya ingin terlihat keren atau ingin menjadi aktif malah membuat kondisi menjadi tidak kondusif. Jangan sampai karena keegoisan kita malah menimbulkan hal yang tak diinginkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Apa Kabar, Jepang?" Nelangsa Lima Tahun Peserta LPK yang Tak Kunjung Datang

‎  Reporter : Salwa Alya Editorial : Reyhaanah, Salsabila Rosada Bagai menepuk air di dulang, sejumlah peserta program kerja ke Jepang Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) gelombang pertama 2020 menyampaikan rasa kecewanya terhadap ketidakjelasan dari tindak lanjut program tersebut. Program yang diikuti sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIA saat pandemi COVID-19 melanda itu, tak kunjung terlihat ke mana kapal akan berlabuh. Berdasarkan sumber dari Katuara, program itu awalnya menjanjikan kesempatan kerja di Jepang melalui jalur kerja sama antara yayasan, perguruan tinggi, dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Sayangnya, salah satu peserta yang sudah mendaftar sejak 5 tahun lalu itu, tidak mendapatkan kepastian sampai saat ini. Padahal, Ia sudah mengikuti proses pendaftaran dan membayar biaya sebesar Rp15–16 juta untuk berbagai keperluan administrasi dan tes awal.  "Orang tua saya menyarankan untuk membatalkan saja karena sudah tidak ada kepastian. Al...

KASTRAT UIA: Pemantik Api yang Telah Lama Mati

Reporter: Muhamad Solihin Editor: Salsabila Rosada Di tengah dinamika kampus yang cenderung pasif, sekelompok mahasiswa muncul membawa keresahan. Mereka melihat bahwa mahasiswa Universitas Islam As-Syafi'iyah, secara umum, lebih sibuk mengejar kelulusan ketimbang memahami realitas sosial di sekelilingnya. Diskusi kritis nyaris tak terdengar. Peran organisasi kampus pun dinilai minim. Dalam situasi inilah KASTRAT UIA (Kajian Aksi dan Strategis UIA) lahir—bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan kesadaran. Dari keresahan, KASTRAT terbentuk sebagai respons terhadap minimnya ruang kritis di lingkungan kampus. Para pendirinya menyadari bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi penikmat bangku kuliah dan pengumpul IPK. Mahasiswa adalah agen perubahan ( agent of change ) yang seharusnya hadir sebagai pemantik kesadaran sosial. Dengan semangat itu, mereka membentuk wadah diskusi, literasi, dan aksi yang bertujuan untuk menumbuhkan kembali budaya berpikir kritis ...

#Rubrik Perspektif Polemik LPK Jepang UIA : Kurangnya Keterbukaan Komunikasi yang Timbulkan Asumsi

Oleh : Tim Redaksi Katuara “5 tahun, sebuah proses yang tidak sebentar…” Setelah hampir 5 tahun berjalannya program kerja sama antara UIA dengan LPK DGII untuk keberangkatan ke Jepang, Ulul Azmi, salah satu peserta LPK Jepang UIA, akhirnya memberanikan diri mengungkapkan keluhannya ke publik. Pasalnya, Ia sudah mendaftarkan diri sejak 2020 lalu, namun hingga saat ini belum juga berhasil berangkat. Padahal, Ia sudah membayarkan uang sebanyak Rp20 juta dan sudah acap kali ikut berbagai pelatihan, baik yang diadakan LPK maupun di luar. "Sudah hampir 5 tahun sejak pendaftaran, tapi tidak ada kepastian. Kami sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp20 juta, namun tidak jelas digunakan untuk apa saja." Mahasiswa alumni Akademi Keperawatan 2017 ini menambahkan, bahwa dirinya rela untuk keluar dari pekerjaan demi mengikuti program LPK ini, dengan harapan dirinya bisa segera berangkat. Namun apa daya, nilai yang kurang menjadi salah satu kendala yang mengakibatkan dirinya masih ...