Oleh : Faiz Akmal, Salsabila Rosada, Salwa Nadilla
Layout : Salsabila Rosada
Semenjak terjadinya wabah virus covid-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Maka, pemerintah menetapkan kepada semua sekolah dan universitas untuk melakukan pembelajaran dirumah atau biasa disebut dengan E-Learning selama 2 minggu. Terhitung sejak tanggal 16 Maret hingga 27 Maret mendatang.
E-Learning yang diadakan secara mendadak ini menimbulkan sisi positif dan negatif dari berbagai pihak. Terutama bagi Siswa/i dan Mahasiwa yang mengalami hal tersebut. Menanggapi hal ini, tim redaksi Katuara UIA mencoba mewawancarai Ibu Dian Islamiyati, S.Pd pada Jumat (20/3).
Dian Islamiyati, S.Pd
(Guru MTsN 38 Jakarta)
Apa pengganti metode pembelajaran di kelas?
"Kita menggunakan E-learning untuk menggantikan metode pembelajaran di kelas. Untuk metodenya sendiri, kita memberikan soal dari pelajaran yang sudah dipelajari selama pertemuan di kelas."
Apakah untuk E-learning ini efektif dilakukan selama diliburkannya sekolah?
"Sejauh ini menurut saya tidak ada kendala, tetapi tidak semua mata pelajaran bisa di-E-learningkan, misalnya seperti matematika, karena itu adalah hitungan. Mungkin selama pelajaran itu bukan hitungan, bisa berjalan tanpa banyak hambatan."
Apakah ada sisi positif dan negatif untuk E-learning ini?
"Ada. Kalau dari positifnya, siswa punya pengalaman baru yg bisa didapat dari E-learning. Diadakan E-learning ini agar siswa merasa punya tanggung jawab dan agar tidak berkeliaran di luar rumah selama terjadinya wabah virus covid-19 ini, dan orang tua menjadi tahu bagaimana kemampuan anaknya ketika belajar.
Sedangkan negatifnya, tidak se-efektif belajar di dalam kelas. Belum ada arahan atau sosialisasi untuk metode E-learning, sehingga masih banyak guru yang menggunakan metode sendiri dalam E-learning ini."
Terakhir, closing statement Anda?
"Kegiatan ini harus ada dukungan penuh dari berbagai pihak. Dari pihak sekolah atau gurunya, dari pihak siswanya, dan dari pihak orang tuanya."
Intan Erlita
(Mahasiswi FEB-Semester 2)
"Menurut saya, kuliah online itu disituasi yang seperti ini bagus juga untuk mengejar materi selama diliburkan. Tetapi, seharusnya kuliah online itu benar-benar dilaksanakan dengan berdiskusi antara dosen dan mahasiswa, bukan nya memberi tugas dengan materi yg belum diajarkan."
E-Learning merupakan salah satu solusi yang tepat dalam kondisi seperti ini. Meskipun ada sisi negatifnya, namun cukup membantu proses pembelajaran agar tetap terlaksana. Hanya saja dalam prakteknya, E-Learning butuh sosialiasi yang mendalam serta penyesuaian agar Siswa dan Mahasiwa lebih mendapatkan esensi dari pembelajaran itu sendiri, bukan hanya dengan mengerjakan tugas dan kuis belaka.

Komentar
Posting Komentar