Langsung ke konten utama

" Ada Apa Di Balik Corona? "

Oleh : Rahmi Nur Amalia, Selviana Indah Saputri
Layout :Novi Fujiana

Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan "corona virus" adalah virus yang menyerang pernafasan manusia seperti layaknya SARS atau MERS virus ini juga berasal dari kelelawar , namun belum ditemukan apakah ada perantara hewan lain seperti Sars dan Mers.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina tepatnya di sebuah pasar huanan seafood market yang ternyata tidak hanya menjual makanan laut namun juga menjual kelelawar, ular dll, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Corona berarti matahari ini karena bentuk virus tersebut menyerupai matahari, corona sendiri memiliki masa inkubasi 14 hari dan berpotensi menyebar selama masa inkubasi. Meskipun penyebarannya sangat cepat namun tingkat kematian akibat corona lebih kecil dibanding dengan virus2 lainnya.

Lalu apakah ada konspirasi dibalik merebaknya corona didunia yang telah ditetapkan sebagai penyakit pandemi oleh WHO (World Health Organization) ?

1. Covid-19 merupakan senjata biologis Amerika

Yang pertama banyak orang percaya bahwa Covid-19 merupakan senjata biologis Amerika. Didukung oleh pendapat dari Hossein Salami, Kepala Garda Revolusi Iran, menuding Amerika Serikat berada di balik epidemi Covid-19 di Iran. "Kita akan menang melawan virus, yang mungkin merupakan produk invasi senjata biologis milik Amerika Serikat, yang menyebar ke Cina, lalu Iran dan akhirnya di seluruh dunia," ucapnya saat diwawancara oleh kantor berita pemerintah.

Teori ini di dukung oleh beberapa spekulasi, diantaranya.

• Pada tahun 2005-9, pemerintah Amerika dan Israel secara diam-diam mengembangkan virus komputer yang disebut Stuxnet, yang dimaksudkan untuk merusak sistem kontrol dan pengoperasian komputer Iran yang digunakan dalam program penelitian nuklir negara itu.
Diakui Stuxnet dimaksudkan untuk merusak komputer, bukan untuk menginfeksi atau membunuh manusia, tetapi kekhawatiran bahwa itu akan menyebar dan pindah ke menginfeksi komputer di luar Iran terbukti akurat karena menyebar ke ribuan PC di luar Iran, di negara-negara sejauh Cina. , Jerman, Kazakhstan dan Indonesia.

• Kartun The Simpson yang sudah terkenal dengan ramalannya menayangkan satu adegan tahun 2010 dimana para elite global sedang mengadakan pertemuan rahasia untuk membahas mengenai cara untuk mengembalikan kedudukan Amerika Serikat yaitu dengan menyebarkan penyakit baru.

• Banyak juga yang percaya selama ini Amerika sebagai negara adidaya pemegang perekonomian dunia kalah oleh China. Dengan adanya virus ini Amerika ingin menekan perekonomian China. Diperkuat selama 10 tahun ini perang dagang Amerika dan China semakin memanas segala cara ditempuh Amerika untuk menekan perekonomian China termasuk meninggikan bea masuk barang China ke Amerika dilanjut dengan serangan ke Huawei yang mau menguasai jaringan 5G dimana bila China dapat menguasai 5G maka berakibat pada berkurangnya ekonomi Amerika sebanyak 7% atau lebih dari 900 billion dollar.

2. Covid-19 merupakan virus yang sengaja dibuat oleh pemerintah China untuk mengontrol populasi di China

Seperti yang semua orang ketahui bahwa China memiliki populasi terbanyak nomer 1 diseluruh dunia, jumlah populasinya sendiri pada tahun 2019 mencapat 18,4% dari populasi dunia menurut Nasional data statistik. Banyak yang berasumsi pemerintah China sengaja menyebar virus mematikan untuk mengurangi jumlah populasi di China.

Asumsi ini diperkuat oleh virologis bernama Ali Muhammad Dzakki yang berasal dari Arab saudi pada tahun 2019 yang sudah memprediksi bahwa Corona virus akan menjadi pandemik dibeberapa tahun mendatang.

3. Covid-19 cara menekan populasi dunia

Banyak yang beranggapan bahwa Covid-19 ini adalah program per 100 tahun para elit politik dunia untuk menekan jumlah populasi didunia.
Asumsi ini diperkuat dengan adanya penyebaran virus pandemi per 100 tahun .

• 1720 terjadi wabah besar marseille
Wabah ini dimulai dari Perancis pada tahun 1720an yang membunuh lebih dari 100.000 orang diEropa
• 1820 Virus Colera
Berasal dari India, virus colera sendiri merupakan penyakit diare akut disebabkan oleh infeksi usus dan menyebabkan dehidrasi. Virus colera membunuh lebih dari 100.000 orang diIndonesia, 30.000 orang diBangkok, dan lebih dari 300.000 orang diEropa.
• 1920 Flu Spanyol
Seperti namanya virus ini berasal dari Spanyol, merupakan influenza mematikan yang disebabkan oleh virus H1N1. Flu ini dipercaya dapat membunuh lebih banyak dalam 24 minggu dibandingkan dengan HIV/AIDS dalam 24 tahun . Diprediksi sebagai wabah paling besar sedunia yang menginfeksi sekitar 500 juta orang dan merenggut sekitar 100 juta nyawa yang pada saat itu merupakan 3 - 6% populasi dunia.

4. Covid-19  telah diprediksi melalui novel tahun 1981

Teori ini kemungkinan besar adalah teori yang paling menakutkan dan akan membuat Anda merinding. Segera setelah berita wabah pecah, beberapa pengguna mulai menunjukkan bahwa sebuah bagian dari buku 1981 'Mata Kegelapan' oleh Dean Koontz dengan ganas memprediksi wabah Coronavirus.

Foto perikop dari buku itu beredar dalam waktu singkat dan para netizen tidak bisa menahan diri untuk tidak panik karena kemiripannya tidak biasa dan bukti-bukti sulit untuk dihilangkan.

Untuk memberi Anda latar belakang, plot didasarkan pada seorang ibu yang berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada putranya setelah ia menghilang secara misterius dalam perjalanan berkemah. Ternyata bocah itu ditahan di China - lebih khusus di Wuhan - tempat penyebaran virus mematikan.

Dalam perikop ini, seorang karakter bernama Dombey menceritakan sebuah laporan tentang virus yang disebut 'Wuhan-400' yang dikembangkan di laboratorium RDNA di luar kota Wuhan, dan 'itu adalah strain mikroorganisme buatan manusia yang terdiri dari empat ratus yang dibuat di pusat penelitian itu '.

Bagian ini kemudian memberikan perincian yang rumit tentang bagaimana virus mempengaruhi tubuh manusia. Akurasi mengerikan yang digunakan buku 1981 ini meramalkan wabah dan kemiripan antara 'Wuhan-400' dan Coronavirus adalah hal yang paling menakutkan.

Teori-teori kosnpirasi diatas memang belum tentu benar adanya, tidak dibenarkan untuk panik berlebihan namun juga perlu waspada untuk selalu menjaga kesehatan dengan mencuci tangan dengan benar, jangan bepergian ketempat-tempat yang sudah terinveksi, selalu menutup mulut bila bersin, jangan memegang wajah ketika tangan kotor adalah salah satu cara mencegah inveksi corona.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Apa Kabar, Jepang?" Nelangsa Lima Tahun Peserta LPK yang Tak Kunjung Datang

‎  Reporter : Salwa Alya Editorial : Reyhaanah, Salsabila Rosada Bagai menepuk air di dulang, sejumlah peserta program kerja ke Jepang Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) gelombang pertama 2020 menyampaikan rasa kecewanya terhadap ketidakjelasan dari tindak lanjut program tersebut. Program yang diikuti sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIA saat pandemi COVID-19 melanda itu, tak kunjung terlihat ke mana kapal akan berlabuh. Berdasarkan sumber dari Katuara, program itu awalnya menjanjikan kesempatan kerja di Jepang melalui jalur kerja sama antara yayasan, perguruan tinggi, dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Sayangnya, salah satu peserta yang sudah mendaftar sejak 5 tahun lalu itu, tidak mendapatkan kepastian sampai saat ini. Padahal, Ia sudah mengikuti proses pendaftaran dan membayar biaya sebesar Rp15–16 juta untuk berbagai keperluan administrasi dan tes awal.  "Orang tua saya menyarankan untuk membatalkan saja karena sudah tidak ada kepastian. Al...

KASTRAT UIA: Pemantik Api yang Telah Lama Mati

Reporter: Muhamad Solihin Editor: Salsabila Rosada Di tengah dinamika kampus yang cenderung pasif, sekelompok mahasiswa muncul membawa keresahan. Mereka melihat bahwa mahasiswa Universitas Islam As-Syafi'iyah, secara umum, lebih sibuk mengejar kelulusan ketimbang memahami realitas sosial di sekelilingnya. Diskusi kritis nyaris tak terdengar. Peran organisasi kampus pun dinilai minim. Dalam situasi inilah KASTRAT UIA (Kajian Aksi dan Strategis UIA) lahir—bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan kesadaran. Dari keresahan, KASTRAT terbentuk sebagai respons terhadap minimnya ruang kritis di lingkungan kampus. Para pendirinya menyadari bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi penikmat bangku kuliah dan pengumpul IPK. Mahasiswa adalah agen perubahan ( agent of change ) yang seharusnya hadir sebagai pemantik kesadaran sosial. Dengan semangat itu, mereka membentuk wadah diskusi, literasi, dan aksi yang bertujuan untuk menumbuhkan kembali budaya berpikir kritis ...

#Rubrik Perspektif Polemik LPK Jepang UIA : Kurangnya Keterbukaan Komunikasi yang Timbulkan Asumsi

Oleh : Tim Redaksi Katuara “5 tahun, sebuah proses yang tidak sebentar…” Setelah hampir 5 tahun berjalannya program kerja sama antara UIA dengan LPK DGII untuk keberangkatan ke Jepang, Ulul Azmi, salah satu peserta LPK Jepang UIA, akhirnya memberanikan diri mengungkapkan keluhannya ke publik. Pasalnya, Ia sudah mendaftarkan diri sejak 2020 lalu, namun hingga saat ini belum juga berhasil berangkat. Padahal, Ia sudah membayarkan uang sebanyak Rp20 juta dan sudah acap kali ikut berbagai pelatihan, baik yang diadakan LPK maupun di luar. "Sudah hampir 5 tahun sejak pendaftaran, tapi tidak ada kepastian. Kami sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp20 juta, namun tidak jelas digunakan untuk apa saja." Mahasiswa alumni Akademi Keperawatan 2017 ini menambahkan, bahwa dirinya rela untuk keluar dari pekerjaan demi mengikuti program LPK ini, dengan harapan dirinya bisa segera berangkat. Namun apa daya, nilai yang kurang menjadi salah satu kendala yang mengakibatkan dirinya masih ...