Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Panas Dingin Gerakan Mahasiswa

Oleh : Fariz Amore Syam, Nurul Syifa Putri, Amaliah Fitriani Mahasiswa konon adalah para generasi harapan yang kelak mampu membawa pergerakan bagi negara atau kita bisa kenal dengan agent of change . Mahasiswa merupakan suatu elemen masyarakat yang unik. Jumlahnya tidak banyak, namun sejarah menunjukkan bahwa dinamika bangsa ini tidak lepas dari peran mahasiswa. Bahkan dalam sejarah perjuangan bangsa, gerakan mahasiswa seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia. Pada 2019 kemarin tepatnya bulan September dengan menggaungkan tagar #ReformasiDikorupsi , para mahasiswa di berbagai kota besar melakukan aksi turun ke jalan. Pasalnya terkait Rencana pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) yang digarap oleh DPR dan Pemerintah menuai kontroversi. Isu mereka solid, yakni batalkan pengesahan RUU KUHP, UU KUHP, RUU Pemasyarakatan dan RUU Pertanahan. Mereka menilai RUU tersebut menciderai demokra...

BEM Rasa Event Organizer

Oleh : Gupong's (Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam Tahun 2015) Ada apa dengan judulnya? Penulis rasa hal ini masih bisa kita diskusikan bersama. Motif dan tujuan mengapa judul ini bisa tercetus, pastinya bukan untuk omong kosong belaka, apalagi untuk bahan lawakan. Apa yang kalian rasakan ketika membaca judul ini? Tertawa? Marah? Kesal? Sedih? Ironi? Semua hanya masalah kondisi dan posisi, kalian-lah yang akan meresapi maknanya sesuai dengan kehendak kalian. Jelasnya, Penulis tidak ingin menggelitik, apalagi sarkastik. Karena memang tulisan ini dibuat bukan untuk jadi bahan tertawaan, melainkan muhasabah (intropeksi -red) khususnya bagi siapapun orang yang sedang mempunyai taring di organisasi, umumnya untuk pribadi kita masing-masing. Sebagai orang yang pernah menggeluti pergerakan di kampus, kepentingan adalah hal yang tidak bisa dihindari ketika kita membawa nama sebuah instansi. Mulai dari mewujudkan visi dan misi, program kerja, dan mematen...

Tipe-Tipe Mahasiswa Ketika Aksi

Oleh: Faiz Akmal, Salsabila Rosada, Salwa Nadilla Layout: Daffa B Mahasiswa identik dengan aksi atau pergerakan. Karena khususnya di negeri kita, mahasiswa merupakan ujung tombak bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan protes hingga tuntas. Tapi di lain sudut yang harus kita ketahui selain aksi itu sendiri ada peserta aksi tersebut. Berikut adalah tipe-tipe mahasiswa ketika mengikuti aksi. 1. Orator Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang siap sedia dengan orasi atau pidato-pidato yang membakar semangat dan slogan-slogan yang menaikkan/menurunkan termometer di lapangan yang dasarnya sudah panas. Mahasiswa tipe ini cukup diberi TOA/pengeras suara dan akan berfungsi dengan baik. 2. Asal Ikut Mahasiswa tipe ini bisa dibilang adalah mahasiswa yang paling labil. Bagaimana tidak, ketika ditanya “Ada apa ini? Kok rame-rame”, jawaban mereka sangat polos dan luar biasa “Nggak tau, kita juga baru gabung kok” nah loh! Mahasiswa tipe ini biasanya cuma ma...

Apa Kata Mereka Tentang BEM?

Oleh : Selviana Indah Saputri , Rahmi Nur Amalia Badan Eksekutif Mahasiswa atau yang disingkat BEM adalah organisasi mahasiswa intra kampus yang merupakan lembaga eksekutif di tingkat pendidikan tinggi yang dipimpin oleh seorang Presiden Mahasiswa untuk tingkat Universitas dan Ketua BEM untuk tingkat Fakultas. BEM sendiri mempunyai fungsi eksekutif yang bertanggung jawab untuk menerapkan hukum dan kebijakan lain yang berlaku baik pada tingakat Universitas maupun tingkat Fakultas. Sebagai badan eksekutif yang memegang peranan penting sudah seharusnya BEM dikenal sebagai fungsi dan peranannya sesuai tri darma perguruan tinggi bukan hanya sebagai formalitas struktur Universitas semata. Lalu bagaimana pendapat mahasiswa UIA terhadap BEM dilingkungan Universitas Islam Assyafiiyah ? Rangkuman dari beberapa pendapat mahasiswa Universitas Islam Assyafiiyah untuk dijadikan sampling. Menurut kamu, BEM itu apa sih? " Jujur sih ya kalau masalah BEM UIA aku masih belum tau be...

Kata Katuara Soal Semua Wajib Online

Oleh : Amaliah Fitriani, Fariz Amroe Syam, Nurul Syifa Putri Digaungkannya revolusi industri 4.0 sejak tahun 2018 lalu, hingga saat ini Indonesia terus mengembangkan inovasi-inovasinya di berbagai sektor dengan mengedepankan teknologi atau digitalisasi. Hal ini tidak sedikit menimbulkan dampak bagi berbagai lapisan masyarakat yang ada di Indonesia.  Sebagian masyarakat merasakan betul banyak kemudahan dengan adanya kemajuan teknologi ini, namun tak sedikit juga yang masih merasakan kesulitan akibat hal ini. Orang-orang berbondong-bondong mengikuti tren zaman sekarang bertransaksi cashless, atau melakukan hal tanpa tatap muka. Banyak hal tradisional yang mulai tergerus karena adanya hal ini. Nasib Pedagang Keliling : Kalah Saing dengan Pesan Antar Online Salah satu yang terdampak akibat kemajuan teknologi adalah pedagang keliling. Mungkin kita saat ini lebih senang untuk order makanan via aplikasi dibanding menguatkan niat untuk pergi keluar rumah sekedar membeli makanan...

Uang Digital atau Uang Kertas?

Oleh : Selviana Indah Saputri, Novi Fujiana Layout : Amaliyah Fitriani Perkembangan teknologi sekarang ini sangat mempengaruhi aspek kehidupan, termasuk merambah ke bidang ekonomi. Pada zaman yang sudah serba online ini, Bank Indonesia (BI) menilai transaksi nontunai dan uang digital makin akrab dan digemari masyarakat. Salah satu faktor dari peralihan ini karena tuntutan kehidupan masa kini yang mengharuskan tindakan-tindakan yang efektif dan efisien dalam melakukan sesuatu. Kami telah melakukan wawancara secara online dengan salah satu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam As-Syafi'iyah, Patriandari. Ia mengatakan bahwa Indonesia sudah mengalami peningkatan dalam penggunaan uang digital.   “Iya (masyarakat sudah siap beralih menggunakan uang digital -red)." Namun, ia menilai banyak kalangan yang belum siap dengan penggunaan uang digital. "Tidak semuanya karena yang di daerah masih memakai cash melihat ketersediaan fasilitas untuk mendapatkan pe...

Revisi Skripsi Online, Mungkinkah?

Oleh: Ghozy Syaddad Al Faruq Bagi mahasiswa program sarjana tingkat akhir, menyelesaikan skripsi adalah hal yang tidak dapat ditolak. Skripsi merupakan syarat seorang mahasiswa dalam menyelesaikan studinya di universitas. Kegiatan penulisan skripsi dilakukan melalui bimbingan dosen yang telah ditentukan. Hal ini mengharuskan mahasiswa memfokuskan waktunya berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Pembimbing biasanya terdiri dari dua orang dosen.  Dalam proses bimbingan ini, diperlukan kesabaran mahasiswa untuk bisa bertemu dengan pembimbing mereka. Kenapa? Karena dosen memiliki waktu yang terbatas. Para dosen harus membagi waktunya antara tugas memberi perkuliahan di kelas yang jumlah jam dan waktunya bervariasi serta tanggung jawab membimbing tugas akhir mahasiswa, yaitu skripsi. Terbayang kan bagaimana sibuknya para dosen kita? Banyak curhatan mahasiswa saat berlangsung proses bimbingan skripsi. Mulai dari antre saat bimbingan, bentrok waktu dengan dosen pembimbing lainn...

Kuliah Online? Uang Jajan?!

Oleh: Faiz Akmal, Salsabila Rosada, Salwa Nadilla Layout: Salsabila Rosada Penetapan wabah virus COVID-19 sebagai bencana nasional ditahun 2020 ini telah membuat hampir seluruh wilayah di Indonesia meliburkan universitas dan mengganti sistem belajar dari rumah atau Home Learning. Home Learning adalah sebuah sistem pembelajaran dengan cara online atau E-Learning. Mahasiswa merasakan dampak yang besar akibat dari wabah ini, di antaranya pembelajaran yang terhambat dan tidak bisa bertemu dengan teman-teman di kampus. Namun, ada satu hal menarik yang menjadi pertanyaan kami, bagaimana dengan nasib uang jajan para mahasiswa? Apa pendapat mereka tentang hal ini? Berikut ulasan dari What They say Katuara. "Berpengaruh banget .  Because,  kalau  gak  pergi kuliah ya  nggak  akan dapat uang jajan  lah . Masa kita  gak   ngapa-ngapain  dan di rumah  aja  perlu uang jajan. Setidaknya bisa meringankan beban orang tua secara...

Corona dan Indonesia : Catatan Perjalanan Menuju Penyelesaian

Oleh : Miqdad Zeinnur, Ahmad Gufron Corona Virus Disease atau COVID-19 adalah sebuah wabah yang menggemparkan seluruh dunia. Berawal dari merebaknya virus tersebut di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China hingga menyebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Indonesia sendiri termasuk negara yang tergolong baru terdampak atas wabah virus Corona ini. Namun demikian, terhitung cepat dalam kasus penyebarannya. Tercatat, kasus pertama di Indonesia yaitu pada tanggal 2 Maret 2020 di Kota Depok. 2 orang yang merupakan ibu dan anak terindikasi COVID-19 setelah mengikuti sebuah acara. Status mereka adalah tertular dari WNA asal Jepang. Berikut adalah rangkaian kronologis penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Karantina WNI Di Natuna Pasca tragedi pandemik COVID-19 di Wuhan pada Februari kemarin, pemerintah mengambil langkah cepat dengan memulangkan ±238 WNI dari Wuhan ke Indonesia. Dilansir dari Kumparan.com, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementer...

E-Learning Pengganti Kelas

Oleh : Faiz Akmal, Salsabila Rosada, Salwa Nadilla Layout : Salsabila Rosada Semenjak terjadinya wabah virus covid-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Maka, pemerintah menetapkan kepada semua sekolah dan universitas untuk melakukan pembelajaran dirumah atau biasa disebut dengan E-Learning selama 2 minggu. Terhitung sejak tanggal 16 Maret hingga 27 Maret mendatang. E-Learning yang diadakan secara mendadak ini menimbulkan sisi positif dan negatif dari berbagai pihak. Terutama bagi Siswa/i dan Mahasiwa yang mengalami hal tersebut. Menanggapi hal ini, tim redaksi Katuara UIA mencoba mewawancarai Ibu Dian Islamiyati, S.Pd pada Jumat (20/3).  Dian Islamiyati, S.Pd (Guru MTsN 38 Jakarta) Apa pengganti metode pembelajaran di kelas? "Kita menggunakan E-learning untuk menggantikan metode pembelajaran di kelas. Untuk metodenya sendiri, kita memberikan soal dari pelajaran yang sudah dipelajari selama pertemuan di kelas." Apakah untuk E-learn...

Kejahatan dan Mafia Virus Corona

Oleh : Reyhaanah, Daffa B Layout : Daffa B Maraknya kasus kejahatan tentang penimbun masker pasca meluasnya wabah Virus Corona, membuat sebagian masyarakat kecewa. Selain tingginya harga, tidak sedikit pula masyarakat yang mengaku sulit untuk mendapatkan masker. Kira-kira apa kata mereka tentang kejahatan tersebut? " Penimbunan-penimbunan seperti itu, merupakan hal yang  tidak melihat keadaan sekitar lagi darurat, hanya memikirkan diri sendiri, keuntungannya sendiri, dan tidak memikirkan orang yang sakit atau orang yang membutuhkan, jadi sebaiknya perlu adanya tindakan dari aparat penegak hukum dan pemerintahan negara pun juga harus tegas" - Riza, Mahasiswa Jurusan KPI Semester 2 " Sekarang  harga 1 masker itu Rp.15.000 yang kain, susah cari masker di apotek sekarang tuh .Harganya udah ada yang sekitar Rp.325.000, ya kita ikut aja, makanya kita jual 1 pcs nya segitu. Biar gak ada yang main borong gitu aja untuk di timbun dan dijual lagi dengan harga yan...

" Ada Apa Di Balik Corona? "

Oleh : Rahmi Nur Amalia, Selviana Indah Saputri Layout :Novi Fujiana Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan "corona virus" adalah virus yang menyerang pernafasan manusia seperti layaknya SARS atau MERS virus ini juga berasal dari kelelawar , namun belum ditemukan apakah ada perantara hewan lain seperti Sars dan Mers. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina tepatnya di sebuah pasar huanan seafood market yang ternyata tidak hanya menjual makanan laut namun juga menjual kelelawar, ular dll, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Corona berarti matahari ini karena bentuk virus tersebut menyerupai matahari, corona sendiri memiliki masa inkubasi 14 hari dan berpotensi menyebar selama masa inkubasi. Meskipun penyebarannya sangat cepat namun tingkat kematian akibat corona lebih kecil dibanding dengan virus2 lainnya. Lalu apakah...

"Alternatif Berjabat Tangan, Meminimalisir Risiko Tertular COVID-19"

Oleh : Nurul Syifa Putri Ilustrasi : Amaliah Fitriani Editor dan layouter : Fariz Amroe Syam, Amaliah Fitriani Setelah ditetapkannya virus Corona sebagai Pandemi Global Oleh WHO, setiap negara yang beberapa warganya telah terinfeksi virus inipun melakukan penanganan dan tindakan preventifnya masing-masing. Termasuk salah satunya Indonesia. Karena penularan virus inipun lewat human to human, maka kewaspadaan meningkat dan interaksi antar orang secara fisikpun dikurangi, salah satunya adalah dengan memodifikasi jabat tangan. Sebagai bentuk antisipasi, namun tetap menunjukan rasa hormat, jabat tangan dilakukan tanpa bersentuhan tangan. Penasaran bagaimana cara lain berjabat tangan? Yuk di simak! National University of Singapore (NUS) Yong Loo Lin of Medicine mengeluarkan, beberapa alternatif salaman, berikut ini: 1. Melambaikan tangan.     Melambaikan tangan saat bertemu seseorang adalah cara paling umum yang dilakukan. Cara ini tidak membutuhkan kontak fisik satu s...