Oleh : Amaliah Fitriani, Selviana Indah Saputri
Siang ini (20/10) telah berlangsung dialog antara perwakilan mahasiswa angkatan 2015 dengan pihak universitas yang diwakili oleh Wakil Rektor 2, Heri Sukamto, Wakil Rektor 3, Bambang Haryanto, dan Kepala BAKU, Dadun Abdul Kohar selaku kepala BAKU. Sementara dari pihak mahasiswa diwakili oleh Fahri (FAI), Beby (FST), Ifqy (FH). Dialog ini dijembatani oleh Ghufron (FAI) dalam rangka membicarakan polemik pelaksanaan wisuda 2020 yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Dialog ini dilakukan di gedung Abdullah Syafi'ie pada pukul 13.05.
Fahri mulai memberikan tanggapan terkait draf rencana dan persyaratan wisuda 2020 yang beredar dikalangan mahasiswa UIA pada Rabu (14/10) lalu. Ia menjelaskan, bahwa seluruh mahasiswa, meminta kejelasan dari panitua wisuda 2020, karena kegiatan wisuda yang sudah ditunda selama kurang lebih 8 bulan akibat pandemi Covid-19 yang melanda.
"Yang kami minta di sini kampus memberikan win-win solution dan kejelasan final. Apabila wisuda dilaksanakan di tanggal yang sudah ditentukan, namun batal/ditunda lagi, maka selesai dengan memberikan solusi yang baik untuk kedua belah pihak." tuturnya.
Dalam hal ini, Wakil Rektor 2, yang juga merupakan Ketua Pelaksana Wisuda 2020, mengklarifikasi draf yang tersebar luas di kalangan mahasiswa.
"Draf tersebut sebelumnya adalah poin-poin yang menjadi pertimbangan saat rektorat melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait."
Akibatnya, pihak universitas membatalkan pertemuan dan menjadwalkan kembali pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait tersebut pada 22 Oktober nanti.
Kemudian, ia juga menanggapi bahwa memutuskan hal tersebut secara final merupakan hal yang belum bisa dilakukan, mengingat pandemi masih berlangsung dan banyak pertimbangan terkait izin dan penanganan protokol kesehatan, karena Covid-19 yang sangat berisiko.
Di lain sisi, Beby dan Ifqy pun meminta transparansi kepada kampus terkait pelaksanaan wisuda ini, karena beberapa fakultas pun tidak memberikan info yang jelas tentang informasi wisuda dari rektorat.
Wakil Rektor 3, Bambang Haryanto menyatakan bahwa kurangnya intensitas pertemuan fakultas dengan mahasiswanya mengakibatkan banyak informasi yang tidak sampai kepada mahasiswa.
Namun, terlepas dari itu semua, Wakil Rektor 2 menyampaikan bahwasannya kampus akan mengusahakan wisuda terlaksana pada tahun 2020, mengingat sudah cukup lamanya tertunda.
Setelah melewati perdebatan yang cukup panjang, akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk memberikan opsi untuk nantinya dipertimbangkan kembali oleh masing-masing pihak dan jajarannya, serta dituangkan kembali dalam pertemuan selanjutnya.
Adapun kesepakatan yang dicapai dari pertemuan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Wisuda akan tetap diusahakan pada 2020.
2. Wisuda UIA tanggal 17 November masih membutuhkan konfirmasi dari semua pihak.
3. Wisuda UIA 2020, baik secara offline ataupun online opsional akan dirumuskan oleh pihak Universitas dalam waktu dekat.
Komentar
Posting Komentar