- Ahmad Gufron
“Orang Bijak, Taat Pajak.”
Begitu salah satu cuitan slogan pajak yang cukup membumi di Indonesia. Seperti
kita ketahui, pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang nantinya
akan dialihkan ke pembangunan berbagai bidang infrastruktur negara. Hal inilah
yang mendorong mahasiswa Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan
Bisnis (HIMSI FEB UIA) untuk melaksanakan kegiatan seminar pada Sabtu (4/8)
kemarin. Menghadirkan Supriyadi (Staff DITJEN Pajak Kemenkeu RI) dan Hasian
Purba (Konsultan Pajak) sebagai narasumber di acara tersebut. “Tujuan acara ini
menambah wawasan di bidang perpajakan. Juga kita kan ada pemfokusan di
bidang perpajakan untuk skripsi nantinya. Ini diharapkan bisa membantu
referensi untuk teman-teman yang sedang mengerjakan skripsi.” papar Icha,
selaku ketua pelaksana acara. “Selain itu juga kita bisa melihat ada peluang
mahasiswa untuk bisa berkarir menjadi konsultan pajak.” lanjutnya.
Acara berjalan dengan antusiasme peserta yang sejak pagi telah
memenuhi Aula Ida Farida di Kampus 2 UIA. Berlanjut ke sesi pemaparan dari
kedua pemateri dengan penuh semangat. Mereka menekankan pentingnya mahasiswa
untuk mulai berpikir untuk ikut menjadi ‘pelaku’ dalam hegemoni persaingan pasar
bebas ala perekonomian Indonesia saat ini, salah satunya dengan menjadi
konsultan pajak perusahaan. Dalam satu sesi, Hasian Purba menyinggung soal
salah satu syarat menjadi konsultan pajak, yakni “Warga Negara Indonesia.” “Ini
luas maknanya. Kalau Anda tahu, perusahaan-perusahaan menengah ke atas itu
banyak dipegang oleh konsultan asing.” papar Beliau. Beliau juga menegaskan
bahwa orang-orang kita hanya bisa mengharap dapat ‘sisanya’. Ini menunjukkan
tingkat kebutuhan terhadap konsultan pajak lokal sangat dibutuhkan di
Indonesia. Maka dari itu, diharapkan mahasiswa – lah yang nantinya akan menjadi
The Next Tax Consultant di masa mendatang.
Pada kesempatan lainnya, Drs. Markidi selaku Dekan FEB UIA sangat mengapresiasi
acara ini. Beliau menilai acara ini dapat mendorong minat dan semangat
mahasiswa untuk mulai berwirausaha. “Acara ini mendorong mahasiswa kepada
kewirausahaan. Menulis laporan akuntansi perpajakan itu juga mendorong
mahasiswa berusaha di bidang jasa.” Beliau memandang pentingnya bagi mahasiswa
untuk mendalami masalah perpajakan negara. “Penting, karena pajak ini sedang
dikembangkan oleh pemerintah, bisa juga membantu pemerintah dalam membantu
memberikan konsultasi kepada UKM, para pengusaha, sehingga mereka terbantu
untuk membuat lapangan pekerjaan yang benar.” papar Beliau.
Senada dengan Icha, Ana selaku ketua HIMSI UIA 2018 menjelaskan
urgensi dari acara ini adalah memperbaharui pemahaman mahasiswa seputar
perpajakan. “Banyak orang yang belum tahu tentang pajak, seputar pembayaran dan
sebagainya. Maka dari itu kita adakan seminar ini agar masyarakat lebih
mengetahui seputar perpajakan.” Sebagai pesan terhadap masyarakat, ia menegaskan
pentingnya untuk masyarakat agar taat membayar pajak. “Dengan kita taat
(membayar) pajak, akan meningkatkan perekonomian Indonesia itu sendiri.”
lanjutnya.
Semoga pembangunan negara akan selalu diiringi kesadaran taat pajak
masyarakat. Tak kalah penting, semoga pemerintah juga semakin ‘taat’ dalam
mengalokasikan dana pajak rakyat untuk arah pembangunan Indonesia yang lebih
baik. (Ed: Gufron)

Komentar
Posting Komentar