• Alifah Fauziah
• Miqdad Zeinnur Ahmad
• Ahmad Gufron
Lombok terluka, Indonesia berduka. Sebuah bentuk gerakan kepedulian terhadap musibah gempa bumi yang menerpa daerah Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya. Tercatat sejak 5 Agustus kemarin hingga Kamis pagi (9/8), sudah terjadi sebanyak 344 kali gempa di daerah Lombok, 17 diantaranya bisa dirasakan oleh manusia (Kompas.com). Gempa yang bermagnitudo 6,2 SR ini telah memakan kumlah korban jiwa hingga mencapai 259 orang hingga hari ini (Kompas.com). Seluruh sarana dan prasarana kota pun lumpuh total. Keadaan inilah yang mendorong seluruh pihak untuk mengulurkan bantuan kepada korban yang membutuhkan. Tidak terkecuali BEM KBM UIA, yang juga berinisiatif untuk membantu korban musibah dengan melakukan penggalangan dana sore tadi. Kendati kabinet ini baru memasuki usia 2 hari pasca pelantikan, mereka langsung melakukan gerak cepat sebagai bentuk reaksi atas pelantikan kemarin.
Bertempat di pertigaan lampu merah Pangkalan Jati, Jakarta Timur, aksi berjalan dengan penuh semangat dan damai. Sempat tertunda karena ada aksi serupa di sudut tempat yang sama, akhirnya aksi tetap berjalan dan BEM KBM UIA pun berbaur dengan ormas kampus lain. Aksi tadi sore diikuti oleh kurang lebih 12 orang yang merupakan jajaran dari BEM KBM UIA. Turut hadir di aksi tadi Kesuy dan Joni, selaku Presiden dan Wakil Presiden BEM KBM UIA, yang juga ikut berorasi di aksi tadi sore. “Nantinya hasil dari hari ini akan diserahkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.” ujar Kesuy saat berorasi. Selain Kesuy dan Joni, hadir pula beberapa menteri BEM KBM UIA periode 2018-2019. Harapan BEM KBM UIA pada aksi ini adalah membantu meringankan derita yang dialami oleh para korban musibah.
Namun, patut disayangkan aksi tadi sore tidak dihadiri oleh beberapa menteri jajaran Kabinet Gotong Royong BEM KBM UIA. Aksi tadi pun mengundang reaksi dari sejumlah mahasiswa UIA, ada yang mendukung, namun ada juga yang mengkritisi aksi tadi. “Kurang informasi ya, terkesan buru-buru. Jadi banyak teman-teman mahasiswa lain yang juga belum tahu.” ujar salah seorang mahasiswa yang tidak mau disebutkan namanya. Lalu ada juga yang berkomentar di Instagram @lpmuia soal persiapan aksi yang terkesan ‘seadanya’. “Harusnya lebih dimatangkan lagi persiapannya. Dari mulai perlengkapan sampai seragamnya. Masa di aksi tadi ada yang pake sandal, tidak mencerminkan imej mahasiswa kan.” ujarnya.
Di tempat lain, BEM Fakultas Sains dan Teknologi (BEM FST UIA) juga melakukan hal serupa. Bertempat di Jalan Raya Jatiwaringin, depan kampus UIA. Sambil melakukan orasi, mereka juga menggalang dana untuk membantu korban musibah di Lombok. “Luka mereka adalah luka kita juga.” ujar salah seorang mahasiswa yang berorasi dalam aksi tersebut.
Semoga saudara-saudara kita yang terkena musibah mendapat ampunan dan keringanan dari Allah. Dan semoga ini adalah titik balik kesadaran mahasiswa untuk mulai bertindak nyata untuk sesama. Aamiin. (Ed: Gufron)


Komentar
Posting Komentar