Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Serba-Serbi COVID-19

Oleh : Rahmi Nur Amalia dan Fariz Syam Layout : Daffa B Tahun 2020 merupakan tahun duka bagi seluruh negara didunia, tidak terkecuali indonesia. Covid-19 atau yang dikenal dengan corona virus menjadi momok yang menyeramkan bagi seluruh warga dunia, Covid-19 di sebut sebagai salah satu wabah virus terparah didunia yang telah membunuh lebih dari 100.000  jiwa di dunia. Di Indonesia sendiri Covid-19 per 21 april 2019 sudah menyerang 7.135 orang dan  menyebabkan 616 meninggal dunia.  Untuk menekan jumlah korban positif covid-19, pemerintah Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau yang disingkat PSBB. Peraturan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19 agar bisa segera dilaksanakan di berbagai daerah. Aturan PSBB tercatat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020. Terkait Covid-19 dan PSBB Presiden Joko Widodo menyiapkan dana sebesar 2,2 triliun rupiah untuk bantuan sosial yang akan...

Polemik di Awal 2020, Apa Kata Mereka?

Oleh : Selviana Indah Saputri Layout : Amaliah Fitriani Sejak 1 Januari sampai 10 April 2020, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat total bencana di Indonesia berjumlah 1069 kejadian. Bencana yang mendominasi yaitu banjir, angin puting beliung, dan longsor. Bencana wabah Covid-19 pun masih terus berlangsung sampai saat ini  (20/04). Peristiwa ini menyebabkan banyaknya korban jiwa dan kerusakan. Terhitung lebih dari 100 orang meninggal dunia karena bencana hidrometeorologi dan lebih dari 500 kematian yang disebabkan dari wabah Covid-19. Lalu bagaimana tanggapan mahasiswa mengenai hal ini? Adakah sisi baik yang dapat diambil dari segelintir peristiwa ini? Berikut rangkuman dari tanggapan mereka. "Menurut saya di tahun 2020 ini banyak suka duka yang bisa di jadikan pelajaran, mulai dari mempunyai pengalaman yang lebih tentang bagaimana melayani pasien secara langsung di rumah sakit, dan membuat saya sadar akan menjaga kesehatan itu penting, terutama ...

Darurat Bangsaku, Darurat Negaraku : Hitam Putih COVID-19 di Indonesia

Oleh: Faiz Akmal, Salwa Nadilla, Salsabila Rosada Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 seperti social distancing, karantina wilayah, work from home dan sebagainya, serta penerapan protokol keamanan di berbagai tempat. Dari beberapa upaya tersebut memang belum pasti 100% penyebaran berhenti, tapi guna memperkecil kemungkinan lebih banyak tersebarnya virus tersebut. Tetapi semakin berjalannya hari tetap saja masih ada penyebaran virus terjadi. Bahkan sampai tanggal 7 April 2020 dilansir dari CNN Indonesia ada 2.738 kasus. 221 meninggal, 204 sembuh. Akhirnya pemerintah pun mencari solusi lain agar virus corona ini tidak semakin naik angkanya di Indonesia, salah satunya ada darurat sipil dan pembebasan narapidana, lalu apakah dua cara ini layak dilakukan pemerintah agar eskalasi korban tidak naik secara signifikan? Mari kita simak penjelasan berikut. 1. Mengapa pemerintah memilih untuk menetapkan darurat sipil, bukan karantina...

Wacana Narapidana Kasus Korupsi Dibebaskan, Apa Kata Mereka?

Oleh: Ghozy Syaddad Al Faruq Sejak diumumkan  kebijakan pembebasan narapidana umum pada 30 Maret 2020 lalu, banyak komentar pro dan kontra dari berbagai kalangan. Belum reda riuh tanggapan dari masyarakat tentang hal tersebut, masyarakat dikejutkan dengan wacana yang dikeluarkan oleh menkumham, Yasonna Laoly. Yasonna menuturkan, bahwa ia mewacanakan membebaskan tahanan koruptor karena pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia. Tentu saja pernyataan Yasonna mampu membuat pro dan kontra di kalangan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan alasan tersebut. Akhirnya, mahasiswa bersuara. Berikut beberapa tanggapan mahasiswa terkait wacana Yasonna tersebut.  “Menurut saya kalau koruptor dibebaskan, itu namanya melanggar undang-undang. Dimana setiap koruptor kan ada masa-masa penjaranya berapa tahun, harus sesuai dengan yang tertera disitu. Misal 10 tahun ya, 10 tahun. Apabila ada suatu wabah penyakit juga tetap harus dikurung kalau belum boleh keluar pada waktunya ya ...

Kuliah Online, Kuota Beli Sendiri?

Oleh : Amaliah Fitriani, Nurul Syifa, Fariz Amroe Syam Sejak Presiden Joko widodo mengumumkan kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada (2/3), Jokowi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah. Jokowi meminta masyarakat Indonesia melakukan social distancing untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Sejak diberlakukannya Social distancing, berbagai hal yang di lakukan secara langsung (Offline) berubah menjadi (Online), salah satu yang terdampak ialah pembelajaran bagi siswa maupun mahasiswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengemukakan bahwasanya ia mendukung kebijakan pemerintah daerah untuk meliburkan sekolah dan kampus karena penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan.  Begitu pula dengan Universitas Islam As-Syafi'iyah. Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, UIA meniadakan kuliah tatap muka langsung dan menjadikan proses pembelajaran dilaksanakan di rumah masing-masing dengan memanfaatkan teknologi informasi y...