Langsung ke konten utama

Festival Teater Kampus Jakarta 2021 Dalam Bingkai Warta : Teater Zat Universitas Negeri Jakarta

Reporter : Ahmad Daffa Baihaqi, Salsabila Rosada, Muhamad Aqsha 
Editor : Salsabila Rosada 

Dalam gelaran Festival Teater Kampus Jakarta 2021, Teater Zat, salah satu komunitas teater yang berada di Universitas Negeri Jakarta, tepatnya di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, menggelar sebuah pementasan teater dengan lakon Sisa Kotak Pandora di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta pada hari Jum'at, tanggal 10 September 2021 lalu. 

Sisa Kotak Pandora ini disadur dari Naskah Yuni karya Andri Nur Latif yang juga merupakan adaptasi dari Naskah Ben Go Tun karya Saini KM. 

Mengisahkan tentang Yuni, seorang wanita simpanan para pejabat di sebuah Negeri di tempat tinggalnya. Yuni hidup ditengah tengah pusaran orang besar dengan segala hiruk pikuk yang ada. Dimulai dengan ramainya persiapan menuju pemilihan presiden berikutnya. Seorang pengusaha besar yang sedang membuat proyek dengan para pejabat. Anti presiden yang mempersiapkan senjatanya. Serta pihak media yang memanfaatkan segala kesempatan yang ada. Namun tetap saja Yuni tidak peduli apapun. Ia hanya sedang mengejar informasi penting mengenai sebuah kasus pembunuhan.

Adegan dan dialog pada naskah ini seolah olah secara nyata menggambarkan hal-hal yang pernah terjadi dalam sebuah pemerintahan. 

Muhammad Raafi selaku sutradara, mengaku sulit mencari orang-orang yang siap untuk terjun secara langsung dalam pementasan ini. Selain karena terhambatnya pandemi yang menyebabkan kurangnya keleluasaan para aktor dan tim produksi untuk datang ke kampus, dia juga tidak ingin orang lain terpaksa terlibat dalam pementasan ini tanpa kemauan dari diri sendiri. 

"Ketika saya maksa mereka buat dateng, yang ada nanti mereka malah jadi bete. Karena saya tau setiap orang juga punya prioritas masing-masing. Saya sadar akan hal itu karena memang benar adanya. Tapi ketika mereka mau sendiri datang ke kampus, saya acungin jempol." tambahnya. 

Beberapa aktor yang ikut dalam pementasan ini diantaranya, Muhammad Aditya Nugraha sebagai Tuan Presiden, Sekar Tri Widati sebagai Yuni, Ahmad Labib Hidzqy sebagai Anggota Dewan, Fauzan Nur Faqih sebagai Menteri, Bagus Kurniawan sebagai Pengusaha, Aditya Trilaksono sebagai Bodyguard dan Fachri Aditya sebagai Wartawan. 

Semoga setelah menyaksikan lakon Sisa Kotak Pandora ini, diharapkan para penonton bisa lebih peka dengan masalah dan isu-isu yang ada di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Apa Kabar, Jepang?" Nelangsa Lima Tahun Peserta LPK yang Tak Kunjung Datang

‎  Reporter : Salwa Alya Editorial : Reyhaanah, Salsabila Rosada Bagai menepuk air di dulang, sejumlah peserta program kerja ke Jepang Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) gelombang pertama 2020 menyampaikan rasa kecewanya terhadap ketidakjelasan dari tindak lanjut program tersebut. Program yang diikuti sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIA saat pandemi COVID-19 melanda itu, tak kunjung terlihat ke mana kapal akan berlabuh. Berdasarkan sumber dari Katuara, program itu awalnya menjanjikan kesempatan kerja di Jepang melalui jalur kerja sama antara yayasan, perguruan tinggi, dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Sayangnya, salah satu peserta yang sudah mendaftar sejak 5 tahun lalu itu, tidak mendapatkan kepastian sampai saat ini. Padahal, Ia sudah mengikuti proses pendaftaran dan membayar biaya sebesar Rp15–16 juta untuk berbagai keperluan administrasi dan tes awal.  "Orang tua saya menyarankan untuk membatalkan saja karena sudah tidak ada kepastian. Al...

KASTRAT UIA: Pemantik Api yang Telah Lama Mati

Reporter: Muhamad Solihin Editor: Salsabila Rosada Di tengah dinamika kampus yang cenderung pasif, sekelompok mahasiswa muncul membawa keresahan. Mereka melihat bahwa mahasiswa Universitas Islam As-Syafi'iyah, secara umum, lebih sibuk mengejar kelulusan ketimbang memahami realitas sosial di sekelilingnya. Diskusi kritis nyaris tak terdengar. Peran organisasi kampus pun dinilai minim. Dalam situasi inilah KASTRAT UIA (Kajian Aksi dan Strategis UIA) lahir—bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan kesadaran. Dari keresahan, KASTRAT terbentuk sebagai respons terhadap minimnya ruang kritis di lingkungan kampus. Para pendirinya menyadari bahwa mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi penikmat bangku kuliah dan pengumpul IPK. Mahasiswa adalah agen perubahan ( agent of change ) yang seharusnya hadir sebagai pemantik kesadaran sosial. Dengan semangat itu, mereka membentuk wadah diskusi, literasi, dan aksi yang bertujuan untuk menumbuhkan kembali budaya berpikir kritis ...

#Rubrik Perspektif Polemik LPK Jepang UIA : Kurangnya Keterbukaan Komunikasi yang Timbulkan Asumsi

Oleh : Tim Redaksi Katuara “5 tahun, sebuah proses yang tidak sebentar…” Setelah hampir 5 tahun berjalannya program kerja sama antara UIA dengan LPK DGII untuk keberangkatan ke Jepang, Ulul Azmi, salah satu peserta LPK Jepang UIA, akhirnya memberanikan diri mengungkapkan keluhannya ke publik. Pasalnya, Ia sudah mendaftarkan diri sejak 2020 lalu, namun hingga saat ini belum juga berhasil berangkat. Padahal, Ia sudah membayarkan uang sebanyak Rp20 juta dan sudah acap kali ikut berbagai pelatihan, baik yang diadakan LPK maupun di luar. "Sudah hampir 5 tahun sejak pendaftaran, tapi tidak ada kepastian. Kami sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp20 juta, namun tidak jelas digunakan untuk apa saja." Mahasiswa alumni Akademi Keperawatan 2017 ini menambahkan, bahwa dirinya rela untuk keluar dari pekerjaan demi mengikuti program LPK ini, dengan harapan dirinya bisa segera berangkat. Namun apa daya, nilai yang kurang menjadi salah satu kendala yang mengakibatkan dirinya masih ...