Pem : Ahmad Gufron
Reporter : Ahmad Gufron, Mohammad Faiz Akmal
Keluarga
Besar FAI UIA mengadakan diskusi “Jelang Aksi Refleksi 90 Tahun Sumpah Pemuda”
di bawah Pohon Asem pada Jumat (26/10). Pada diskusi kali ini mengundang
Koordinator BEM SI Jabodetabek sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Negeri
Jakarta, Moh. Wildan Habibie.
Diskusi
ini dihadiri oleh sebagian mahasiswa Fakultas Agama Islam dan Fakultas Hukum.
Dalam diskusi ini, Wildan menekankan perlunya kesadaran bagi mahasiswa untuk
mengevaluasi kinerja kepemerintahan Jokowi-JK selama 4 tahun ini.
“Banyak
aspek yang dijanjikan oleh pemerintah dalam Program Nawacita nya yang dinilai
gagal. Seperti aspek agraria, untuk beras saja kita masih harus impor dari
luar.” tegasnya.
Selain
itu, katanya, ada aspek infrastruktur, kemaritiman, pendidikan yang harus
dikritisi realisasinya selama kepemimpinan Jokowi-JK yang memasuki tahun ke-4.
Ia
juga menegaskan, BEM SI telah melakukan kajian yang mendalam terhadap
masalah-masalah ini dengan menggunakan data lapangan.
“Tuntutan
lebih spesifik bisa dilihat nanti setelah disepakati.”
Dalam
diskusi ini, seluruh mahasiswa terlibat aktif untuk bertanya dan berargumen
dengan pernyataan-pernyataan dari pembicara.
Pada
kesempatan lain, Wildan mengajak seluruh mahasiswa untuk ikut turun bersama
demi menjawab keresahan masyarakat Indonesia.
“Saya
mengajak kepada seluruh teman-teman mahasiswa yang masih merasakan keresahan
masyarakat, bukan hanya BEM saja, untuk bersama hadir (aksi –red), karena BEM
SI hanya sebagai fasilitator saja.”
BEM
SI akan mengoordinir aksi Refleksi 90 Tahun Sumpah Pemuda pada Senin (29/10)
mendatang di depan Istana Presiden. Aksi ini rencananya akan diikuti oleh 20
ribu mahasiswa dari seluruh wilayah di Indonesia.

Komentar
Posting Komentar