Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Teater Camuss "Elliot : Tentang Emma dan Yang Lainnya"

Reporter : Salsabila Putri Ivani, Muhammad Syafiq Arrahman, Maolana Malik, Muhammad Aqsha, Ahmad Daffa Baihaqi  Editor : Salsabila Rosada  Dalam acara Festival Teater Kampus Jakarta 2022, Teater Cammus, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Islam As-Syafi’iyah, menggelar sebuah pementasan teater dengan lakon Elliot : Tentang Emma dan Yang Lainnya di Gedung Alawiyah Universitas Islam As-Syafi'iyah pada hari Rabu, tanggal 21 September 2022.  Elliot : Tentang Emma dan Yang Lainnya adalah sebuah karya dari seorang penulis drama yakni Dyah Ayu Setyorini, dan disutradarai oleh Idham Hidayatullah. Mengisahkan tentang Emma, seorang gadis yang hidup di Era Victorian dan mengidap penyakit kejiwaan skizofrenia. Pada era tersebut banyak dari kalangan masyarakat mengalami gangguan kejiwaan atau depresi, namun penanganan kesehatan mental sangat terbatas dan hanya masyarakat dari kalangan tertentu saja yang berhak ditangani kejiwaannya oleh dokt...

Festival Teater Kampus Jakarta 2021 Dalam Bingkai Warta : Teater Hijrah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

  Reporter : Ahmad Daffa Baihaqi, Muhamad Aqsha, Kamelia Alif Fajria, Zahra Ananda Kamila Editor : Salsabila Rosada  Cuaca mendung menyelimuti langit di sekitaran Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka sore itu, namun sama sekali tidak mengurangi riuh penoton dan semangat para pemain. Sebelum dimulai, penonton diminta untuk melakukan registrasi untuk kemudian bisa masuk kedalam sebuah studio berukuran sedang, berlantaikan kayu serta beberapa set lighting menggantung di langit-langit. Disana seluruh aktor dan pemain instrumen sudah bersiap untuk melakoni pementasan Raja Maling. Lakon ini merupakan sebuah karya dari seorang Galih Mulyadi yang pada pementasan ini disutradarai oleh M. Ilham Nurinsan.  Pertunjukan Raja Maling merupakan kisah tentang perjalanan Karta yang merupakan ketua dari komplotan maling untuk menaklukkan kekurangan yang ada pada dirinya. Si Raja Maling ini memiliki alergi terhadap wanita dan sangat gugup jika harus berhadapan dengan wanita.  Karta ti...

Festival Teater Kampus Jakarta 2021 Dalam Bingkai Warta : Teater Meraki Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kusuma Negara

Reporter : Ahmad Daffa Baihaqi, Muhamad Aqsha  Editor : Salsabila Rosada Sama seperti Teater Hijau Lima Satu lalu, Teater Meraki juga menggunakan Sangar Oplet Robet sebagai tempat untuk mementaskan lakon Sarekat Djin. Walaupun tempat yang digunakan sangat terbatas, namun mereka bisa mengupayakan untuk menjadi tempat pementasan yang sangat apik. Lakon Sarekat Djin ini merupakan karya Pinto Anugrah, M.A Dt. Rajo Pangulu, seorang penulis novel dan peneliti budaya. Menceritakan sekumpulan bandit yang dikepalai oleh seorang bernama Patai, tidak sengaja membunuh anak dari seorang tuan Belanda bernama laras hingga memicu dendam para antek-antek Belanda kepada Patai dan para anggota bandit lainnya. Patai dan anak buahnya diburu oleh para pasukan Belanda yang mengharuskan Patai dan anggotanya bersembunyi dan menyusun strategi persembunyian yang aman. Patai dan para bandit bekerja sama dengan para pemuka adat serta tokoh politik setempat untuk mengecoh para pasukan Belanda yang m...

Festival Teater Kampus Jakarta 2021 Dalam Bingkai Warta : Teater Syahid Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Reporter : Ahmad Daffa Baihaqi, Muhamad Aqsha  Editor : Salsabila Rosada Bertempat di Aula Insan Cita HMI, para penonton sudah menantikan penampilan dari Teater Syahid yang akan membawakan lakon Janger Merah. Tempat pementasan telah disiapkan sebaik mungkin. Sebelum pementasan dimulai, para aktor melakukan meditasi untuk mengumpulkan rasa dan karakter yang akan dimaikan pada saat pementasan. 2015, pembongkaran kuburan bekas korban tragedi pasca G30S dilakukan. Semuanya berjalan tanpa tangis, tanpa duka, tanpa sirat dendam. Tapi, tidak demikian dengan Srengi. Srengi, penari Janger yang juga bekas korban tragedi pasca G30S kembali teringat masa kelam itu setelah mendengar cucunya yang bernama Alit menyanyikan lagu Janger. Ditambah, kabar akan dibongkarnya kuburan bekas korban tragedi pasca G30S seakan memaksa dirinya untuk kembali mengingat tragedi itu. Ia tidak bisa melepaskan ingatan itu, meski sudah mencobanya selama 50 tahun. Tari dan lagu Janger yang dulunya sangat i...