Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

BEM SI Aksi 90 Tahun Sumpah Pemuda di Istana Negara

Pem : Ahmad Gufron Reporter : Rahmi Nur Amalia, Amaliah Fitriani, Miqdad Zeinnur Ahmad BEM SI melakukan aksi memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda di Istana Negara pada Senin (29/10). Aksi dimulai dengan longmarch dari Patung Kuda pada pukul 13.00. Fauzul, Koordinator Pusat BEM SI membacakan tuntutan-tuntutan yang dinilai belum direalisasikan selama 4 tahun menjabat, dari agraria hingga LGBT menjadi tuntutan mahasiswa yang dirangkum dengan nama "Tugu Rakyat". Setelah orasi, seluruh mahasiswa melakukan gimmick mengacungkan "kartu merah" ke arah istana. Aksi sempat diwarnai tindakan represif aparat yang menyebabkan salah satu mahasiswa luka ringan. Aksi berakhir pada pukul 18.00 dengan hasil tidak menemui dengan Presiden yang sedang di Pacitan hingga 30 Oktober. Rencananya, aksi akan berlanjut pada 10 November mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Diskusi KBM FAI UIA : Refleksi 90 Tahun Sumpah Pemuda

Pem                  : Ahmad Gufron Reporter          : Ahmad Gufron, Mohammad Faiz Akmal Keluarga Besar FAI UIA mengadakan diskusi “Jelang Aksi Refleksi 90 Tahun Sumpah Pemuda” di bawah Pohon Asem pada Jumat (26/10). Pada diskusi kali ini mengundang Koordinator BEM SI Jabodetabek sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Moh. Wildan Habibie. Diskusi ini dihadiri oleh sebagian mahasiswa Fakultas Agama Islam dan Fakultas Hukum. Dalam diskusi ini, Wildan menekankan perlunya kesadaran bagi mahasiswa untuk mengevaluasi kinerja kepemerintahan Jokowi-JK selama 4 tahun ini. “Banyak aspek yang dijanjikan oleh pemerintah dalam Program Nawacita nya yang dinilai gagal. Seperti aspek agraria, untuk beras saja kita masih harus impor dari luar.” tegasnya. Selain itu, katanya, ada aspek infrastruktur, kemaritiman, pendidikan yang harus dikritisi reali...

Pelantikan Kepengurusan BEM FH UIA 2018-2019

Pem                  : Ahmad Gufron Reporter          : Amaliah Fitriani, Rahmi Nur Amalia, Miqdad Zeinnur Ahmad Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum secara resmi melantik kepengurusan periode 2018-2019 pada Rabu (24/10) di Gedung Abdullah Syafi’ie Lantai 2. Turut hadir dalam acara ini Dekan Fakultas Hukum, Damrah Mamang. Ia mengucapkan terima kasih dan selamat kepada kepengurusan baru dari BEM FH UIA. “Semoga apa-apa yang telah dijalankan oleh pengurus yang lama dapat dilanjutkan oleh pengurus yang baru.” Ketua BEM terpilih, Zhillan Zalilan bersyukur atas amanah yang diberikan kepadanya untuk 1 periode ke depan. “Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Fakultas Hukum yang telah mempercayakan saya sebagai nahkoda baru di BEM FH UIA periode 2018-2019.” Ia berharap kedepannya BEM FH UIA dapat menjadi poros kajian-kajian per...

Angan Kelabu

Apakah jumpa itu tanda khawatir Melihat terakhir senyumnya sulit di lupakan Jika hati tulus ini menjadi bagian yang terusir Terdiam saat tatap cekungnya tak berarahan Jika harapan ini sudah menjadi pupus Tak kuasa menahan pedihnya rasa Raut wajahnya terbayang bersama angin berhembus Pasrah ini membuat hati putus asa Diterpa perasaan menyesal dalam jiwa Hingga tak ada lagi titik yang tertinggal untuknya Lambat waktu kesadaran tiba, bahwa itu rencana Cukup sudah lah insan yang merana  Arya dewanto ~

Masalah Beasiswa, Dadun : Kami Tidak Mengambil Sepeser pun

Pem                  : Ahmad Gufron Reporter          : Ahmad Gufron, Amaliah Fitriani, Rahmi Nur Amalia Ramai perbincangan di kalangan mahasiswa seputar beasiswa yang diterima oleh beberapa mahasiswa. Mulai dari keluhan sisa kelebihan beasiswa yang “hangus”, hingga mandek nya beberapa mahasiswa yang belum menerima kembali haknya. Menanggapi hal ini, Kepala BAAK, Dadun Abdul Kohar mengklarifikasi semua pernyataan negatif yang mengarah ke BAAK maupun BAKU. “Untuk mahasiswa yang menerima beasiswa, silahkan konfirmasikan ke BAKU. Membawa berkas hitam di atas putih dan konfirmasikan hal itu ke kami. Saya menjamin kami tidak mengambil sepeser pun.” katanya saat diwawancara Selasa kemarin (9/10). Sebelumnya, banyak mahasiswa yang menerima beasiswa mengeluhkan pembayaran dengan jumlah yang sama. Padahal, ada kelebihan dari beasiswa dari semester sebelumnya ya...

#PerspektifKatuara : Perpindahan Pembayaran dari Bukopin ke Muamalat

Pembayaran adalah sebuah masalah yang sangat vital, baik bagi mahasiswa maupun pihak kampus. Dari pembayaran inilah nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan sarana dan prasarana kampus maupun anggaran untuk kemahasiswaan. Beberapa pekan ini, timbul polemik yang terjadi di kalangan mahasiswa, yakni perpindahan pembayaran via Bank. Seperti yang telah diketahui, untuk pembayaran administrasi kampus dilakukan via Bank Bukopin yang sudah ada di kampus, dengan Bank Muamalat. Tim Redaksi Katuara UIA mendapat waktu untuk mewawancara Kepala BAAK UIA, Dadun Abdul Kohar pada Selasa kemarin (9/10). Berikut adalah hasil dari wawancaranya. Alasan perpindahan bank? Pertama, kami harus sampaikan bahwa ini adalah permintaan dari beberapa dosen, yang mengatakan bahwa kita ini kampus yang berlabel “Islam”. Kemudian kami juga memahami fatwa MUI yang mengharamkan bunga atau riba itu sendiri. Jadi kami coba mencari vendor yang mendukung, kemudian kami menemukan yang sekarang (Bank Muamalat...

Mahasiswi KPI Juara Lomba Baca Kitab Kuning Se-DKI Jakarta

Pem                  : Ahmad Gufron Reporter          : Mohammad Faiz Akmal K abar gembira datang dari salah satu mahasiswa U niversitas Islam Asy-syafi’iyyah, khususnya dari F akultas A gama I slam atas prestasi yang kembali diraih oleh Halimahtus S a’diah , Mahasiswi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam semester 5. Reward ini didapatkan dari cabang lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub yang diadakan oleh fraksi Partai Keadilan Sejahtera tingkat Provinsi DKI Jakarta, pada 30 S eptember lalu. “ S aya mempersiapkan untuk perlombaan ini selama kurang lebih 2 pekan”. katanya saat diwawancarai Tim Redaksi Katuara UIA pada Jumat lalu (5/10). Kitab F athul M u’in menjadi kitab yang diperlombakan di perlombaan ini, dengan diikut sebanyak 80 peserta. Dengan izin Allah, Halimah meraih peringkat terbaik ke - 3 se-DKI Jakarta. Bagi Halimah , perlombaan ini bu...

Tak Peka dan Tuli

Tak peka dan tuli sebutan yang pantas untuk pemimpin di negri ini Negeri yang hampir mati dalam rupa setengah jadi Negeri tanpa telinga dengan mulut lebih dari 3 Mereka yang menyeru bela negara justru memecahbelah negara Mereka yang berteriak cinta damai justru perlahan membuat kedamaian itu sirna Namun Mereka yang meratap menangis bergejolak meminta keadilan Justru ditendang dan dianggap sampah masyarakat Ini indonesiaku Tak lagi sama... Hukum bergejolak meninggalkan luka tak berarti bagi satu kaum Undang2 hanya hiasan negara semata tak lagi menopang negara dan kesatuan Minoritas jadi tameng untuk dibelas kasihani Mayoritas justru ditindas dengan kata "intoleransi" Ini Indonesiaku Benar menjadi salah jika tak punya banyak uang tuk sogok media Salah menjadi benar jika kekuasaan yang mendampingi Kau lihat sendiri bagaimana negeri tercinta kita ? Lalu sebagai mahasiswa kau hanya jadi penonton? Mungkin fikiranmu telah ditindas oleh media bobrok buatan or...

HMI Dan PMII UIA Peduli Palu

Pem                  : Ahmad Gufron Reporter          : Rahmi Nur Amalia Gempa kembali mengguncang Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa dengan kekuatan 7,7 SR ini menyebabkan tsunami setinggi 3 meter. Hingga hari ini (1/10), dilansir dari Tribunjogja.com, korban meninggal dunia mencapai 844 jiwa. Hal ini mendorong 2 organisasi eksternal di UIA , HMI ( Himpunan Mahasiswa Islam ) dan PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) melakukan aksi galang dana di depan kampus UIA. Aksi ini berjalan dengan damai dan lancar dimulai dari ba'da asar hingga sebelum magrib. Menurut Nurul Huda, Demisioner Ketua Umum HMI Komisariat Ekonomi UIA, penggalangan dana ini inisiatif dari kader-kader HMI sendiri. “Melihat betapa parahnya kerusakan-kerusakan yang terjadi Sulawesi tengah, maka kader HMI Koor Komisariat UIA tergerak hati melakukan kegiatan sosial ini....

UIA Mengadakan Nonton Bareng Film G30S PKI

Pem                  : Ahmad Gufron Reporter          : Rahmi Nur Amalia UIA mengadakan kegiatan nonton bareng film G30S PKI di Plaza Kampus 1 UIA pada Sabtu (29/9). Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk peringatan pengkhianatan PKI terhadap Indonesia 53 tahun yang lalu. Acara ini dihadiri oleh Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, dan Ketua YAPTA, Dailami Firdaus. Acara dibuka oleh sambutan dari Rektor UIA, Masduki Achmad. Selain itu, acara ini dihadiri oleh santri-santri YATAMA dan mahasiswa UIA untuk ikut menonton pemutaran film yang dirilis pada 1984 silam. Secara garis besar, film ini menceritakan kekejaman PKI yang telah melakukan pembunuhan terhadap 7 perwira TNI angkatan darat, yakni Jendral Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen M.T Haryono, Letjen Siswondo Parman, Mayjen D.I Pandjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten Pierre Tendean. Peristi...

Pra-Alam UKM Semut UIA : Bersama Lebih Asik

Pem                  : Ahmad Gufron Reporter          : Amaliah Fitriani, Rahmi Nur Amalia UKM Seni Musik dan Tari UIA (Semut UIA) mengadakan kegiatan rutin tahunan untuk menyambut calon anggota baru pada Kamis (27/9). Dengan mengangkat tema “Bersama Lebih Asik, calon anggota diarahkan untuk melakukan ngamen di sekitar kampus. “Ini tradisi kita setiap tahun. Bukan maksud untuk perpeloncoan, namun kita ingin mereka belajar bahwa untuk mencari uang itu tidak mudah.” papar Muqsit, Ketua UKM Semut UIA 2017-2018 saat menyampaikan pidato. Kegiatan pun diawali dengan briefing di depan Sarang (Sekretariat –red) Semut UIA. Lalu dilanjutkan dengan pemberangkatan calon anggota yang didampingi oleh pengurus untuk ngamen di sekitar kampus. Nindy, salah satu peserta Pra-Alam, mengatakan bahwa ia sangat senang bisa menjadi bagian dari acara ini. “Dengan mengikuti ...

Komunitas Stand Up Jaktim Goes To UIA

Pem                  : Ahmad Gufron Reporter          : Rahmi Nur Amalia, Amaliah Fitriani Komunitas Stand Up Jakarta Timur mengadakan “Stand Up Goes To Campus” di Universitas Islam As-Syafi’iyah pada Kamis (27/9). Acara berlangsung di Lantai 2 Gedung Abdulllah Syafi’ie, Kampus 1 UIA, Jatiwaringin. Acara ini dibawakan oleh Alif Baihaqi, Finalis SUCI 7 dan Rahmat, Runner-up SUCI 5. “Stand Up Comedy membawa berkah, ada suka juga ada dukanya.” kata Alif saat diwawancarai tim Katuara UIA . Alif juga mengatakan menjadi tantangan di dunia Stand Up Comedy untuk membuat materi yang sesuai perkembangan zaman tanpa menyinggung SARA. Ia juga melanjutkan bahwa program ini akan terus berjalan kedepannya. “Untuk kampus yang ingin kami datangi, silahkan dm ke Instagram kami @Standupjaktim_.” Acara ini juga dimeriahkan oleh Finalis SUCI 4, Epen dan mahasiswa-ma...